Market

 

Peredam Suara Terbaik dan Terlengkap di Indonesia

 

 Acoustics-Noise-Control

 

Architectural-Acoustics

 

 Acoustics-Treatment

Permasalahan dan Solusi Akustik pada Rumah Ibadah

 

 

Rumah ibadah merupakan suatu tempat yang digunakan oleh sekelompok umat beragama untuk melakukan ibadah sesuai kepercayaan yang di anut. Indonesia merupakan negara multicultural dengan masyarakat majemuk yang menganut beragam agama dan kepercayaan, sehingga membuat Indonesia memiliki ribuan rumah ibadah dengan beragam arsitektur dan ukuran.

Bagaimana dengan desain arsitektural akustik pada rumah ibadah tersebut?

Rumah ibadah dengan desain arsitektural yang bagus perlu diimbangi dengan desain arsitektural akustik yang bagus. Banyak sekali kejadian dimana banyak keluhan akustik yang dilontarkan oleh umat setelah rumah ibadah selesai dibangun. Keluhan akustik pada rumah ibadah yang sering dilontarkan oleh umat adalah gema, gaung ataupun gangguan kebisingan yang terdengar di dalam rumah ibadah saat ibadah berlangsung.  

Untuk mengatasi masalah tersebut kita perlu mengetahui apa saja yang menyebabkan hal tersebut dan bagaimana mengatasi hal tersebut.

 

Penyebab Gema dan Gaung, Perhitungan dan Solusi

Energi suara dirambatkan melalui medium udara, saat menumbuk sebuah permukaan material sebagian energy suara tersebut akan dipantulkan, sebagian akan diserap dan sebagian akan diteruskan. Karena suara menyebar ke segala arah, maka suara di dalam sebuah ruangan yang berbentuk kotak akan menumbuk enam bidang permukaan dan dipantulkan terus menerus sampai energy suara tersebut tidak terdengar lagi.

Wallace C. Sabine(1868 - 1919) menemukan teori tentang Reverberation Time (waktu dengung) dengan definisi: waktu yang diperlukan oleh sebuah tekanan suara turun sebesar seperseribu atau 10−3. Contohnya apabila ada suara sebesar 90 dB (1,000,000,000 Pa) turun seperseribu menjadi 60 dB (1,000,000 Pa) dalam 1,2 detik artinya RT30 ruangan tersebut adalah 1,2 detik.

 

 

Panjang pendeknya waktu dipengaruhi oleh volume ruangan dan jenis material permukaan ruangan. Semakin besar volume ruang maka waktu dengung yang dibutuhkan juga akan semakin panjang. Material dengan permukaan yang keras dan licin cenderung memantulkan suara lebih banyak dibandingkan material dengan permukaan yang lunak dan berpori. 

 

Noise Criteria (NC)

Setiap ruangan pasti terdapat suara atau bunyi yang terdengar selain dari sumber suara  atau bunyi yang tidak diinginkan. Dalam ilmu akustik bunyi tersebut dinamakan bising latar belakang. Jika di dalam suatu ruangan tertutup seperti Hall room bising latar belakang biasanya berasal dari peralatan mekanikal atau elektrikal seperti pendingin ruangan (air conditioning), kipas angin dan lain sebagainya. Bukan hanya dari dalam ruangan bising latar belakang juga bisa berasal dari luar ruangan seperti suara dari lalu lintas jalan raya. Bising latar belakang tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, tetapi hal tersebut dapat dikurangi atau diturunkan dengan cara beberapa perlakuan akustik.

Berikut adalah kurva bising latar belakang atau Noise Criteria, kurva tersebut digunakan untuk menentukan berapa besar bising atau noise di dalam suatu ruangan.

 

desain-akustik-rumah-ibadah

 

 

Setiap fungsi ruang memiliki nilai atau standar NC yang berbeda-beda. Table berikut  adalah standard Noise Criteria yang sudah di sepakati oleh ahli fisika bangunan di seluruh dunia.

 

desain-akustik-rumah-ibadah-1

 Sumber: https://www.engineeringtoolbox.com/nc-noise-criterion-d_725.html

 

Dalam ilmu akustik ada dua treatment yaitu acoustics control dan noise control, dimana kedua treatment ini sangat diperlukan dalam membangun suatu ruangan. Sebagai ruang Hall tentunya akan sangat terganggu jika suara dari luar masuk kedalam ruangan karena akan mengganggu kegiatan didalamnya ataupun sebaliknya.

Pengertian dari acoustics control sendiri merupakan perlakuan yang bertujuan untuk mengendalikan suara yang mengganggu seperti gema atau gaung. Atau lebih tepatnya acoustics control bertujuan untuk meningkatkan kualitas akustik di dalam ruangan dan juga berfungsi untuk memperbaiki cacat akustik. Sedangkan noise control bertujuan untuk mengendalikan kebisingan yang terjadi di dalam suatu ruangan. Kebisingan yang dimaksudkan yaitu suara dari luar masuk kedalam atau sebaliknya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Acourete memiliki beberapa produk yang telah digunakan oleh beberapa rumah ibadah yang ada di Indonesia.

 

Speech Transmission Index (STI)

Speech Transmission Index merupakan tingkat kejelasan percakapan pada suatu ruangan. Nilai dari parameter ini berkisar antara 0-1. Nilai dari STI menunjukkan seberapa banyak kata yang dapat dipahami oleh pendengar pada ruangan uji. Misalnya, jika speech transmission index dari suatu ruangan adalah 0.5, maka rata-rata, hanya setengah dari kata si pembicara yang dapat terdengar dengan jelas oleh si pendengar. Nilai dari STI ini dipengaruhi oleh banyak hal, seperti posisi pendengar, dimensi ruangan serta parameter akustik dari ruangan itu sendiri, background noise, kualitas suara si pembicara, dan kondisi pendengar. Kejelasan percakapan biasanya dapat diprediksi dari nilai waktu dengung dan signal-to-noise ratio.

 

desain-akustik-rumah-ibadah-2

 

Sebagai rumah ibadah memiliki nilai STI tinggi adalah hal yang harus terpenuhi, sehingga ketika mendengarkan ceramah atau khotbah dapat diterima secara jelas. Selain itu akan membuat kegiatan beribadah lebih khitmad dan nyaman. 

 

Jika ada permasalahan akustik rumah ibadah, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :










Acourete

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Acourete Akustik pada Concert Hall, Performance Hall, Ballroom, Multi-Function Room dan lain–lain

 

Hall merupakan suatu ruang multifungsi yang cukup luas dan dan biasanya mampu menampung lebih dari 100 orang. Pertunjukan teater maupun musik juga sering menggunakan auditorium hall karena mempunyai kapasitas yang besar. Bukan hanya pertunjukan teater atau music saja tetapi kegiatan lainnya seperti seminar, kuliah tamu bahkan sebagai tempat gala dinner. Ada beberapa tipe hall menurut fungsinya yaitu concert hall yang lebih sering digunakan untuk pertunjukan musik. Performance hall hampir sama dengan concert hall yang digunakan untuk pertunjukan musik, pertunjukan teater dan pagelaran seni. Sedangkan  ballroom, multi-function room dan exhibition hall lebih sering digunakan untuk pameran perdagangan yang besar dan pusat pameran.

Suatu auditorium dapat dikatakan bagus jika ruang tersebut digunakan sebagai pertunjukan teater maka harus dapat memberi kepuasan kepada setiap penonton dari berbagai sudut ruang. Mengapa? Karena penonton tersebar diseluruh sudut ruang dan dapat mendengar dengan jelas artikulasi percakapan pemain, sehingga nuansa dramatis yang ditampilkan. Namun jika pertunjukan musik yang terpenting adalah penonton harus dapat mendengar dan menikmati musik tersebut dengan baik dari berbagai sudut ruang. Untuk memenuhi kriteria tersebut sebelum membangun hall room diperlukan desain yang cukup matang dalam segi akustik dan estetika.

Bagaimana cara mengukur hall room dalam segi akustik? Ada dua syarat parameter akustik dasar yang harus terpenuhi ketika membangun hall room sesuai fungsinya yaitu reverberation time dan noise criteria.

Reverberation Time (RT)

Reverberation time atau waktu dengung merupakan parameter akustik paling dasar dan paling penting untuk mengatur fungsi ruang yang dibangun. Setiap rungsi ruang memiliki standard waktu dengung yang berbeda-beda. Standard waktu dengung pada concert hall akan berbeda dengan studio rekaman. Standard waktu dengung pada studio rekaman yaitu di bawah 0.5 detik agar dapat mendengar bunyi atau suara asli tanpa terganggu atau tercampur dengan bunyi pantulan. Sedangkan concert hall memiliki standard waktu dengung yang lebih panjang yaitu 1.5 detik agar bunyi musik lebih terkesan hidup dan lebih enak untuk didengarkan.

Waktu dengung juga dipengaruhi oleh volume ruang, semakin besar volume ruang maka waktu dengung yang dibutuhkan juga akan semakin panjang. Grafik berikut ini akan menjelaskan bagaimana pengaruh volume ruang terhadap waktu dengung.

 

Akustik Auditorium Hall

 

Related Artikel:

 

Noise Criteria (NC)

Setiap ruangan pasti terdapat suara atau bunyi yang terdengar selain dari sumber suara  atau bunyi yang tidak diinginkan. Dalam ilmu akustik bunyi tersebut dinamakan bising latar belakang. Jika di dalam suatu ruangan tertutup seperti Hall room bising latar belakang biasanya berasal dari peralatan mekanikal atau elektrikal seperti pendingin ruangan (air conditioning), kipas angina dan lain sebagainya. Bukan hanya dari dalam ruangan bising latar belakang juga bisa berasal dari luar ruangan seperti suara dari lalu lintas jalan raya. Bising latar belakang tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, tetapi hal tersebut darpat dikurangi atau diturunkan dengan cara beberapa perlakuan akustik.

Berikut adalah kurva bising latar belakang atau Noise Criteria, kurva tersebut digunakan untuk menentukan berapa besar bising atau noise didalam suatu ruangan.

nc-noise-criteria-diagram

 

Setiap fungsi ruang memiliki nilai atau standar NC yang berbeda-beda. Table berikut adalah standard Noise Criteria yang sudah di sepakati oleh ahli fisika bangunan di seluruh dunia.

  

NC

 

Dalam ilmu akustik ada dua treatment yaitu acoustics control dan noise control, dimana kedua treatment ini sangat diperlukan dalam membangun suatu ruangan. Sebagai ruang Hall tentunya akan sangat terganggu jika suara dari luar masuk kedalam ruangan karena akan mengganggu kegiatan didalamnya ataupun sebaliknya.

Pengertian dari acoustics control sendiri merupakan perlakuan yang bertujuan untuk mengendalikan suara yang mengganggu seperti gema atau gaung. Atau lebih tepatnya acoustics control bertujuan untuk meningkatkan kualitas akustik di dalam ruangan dan juga berfungsi untuk memperbaiki cacat akustik. Sedangkan noise control bertujuan untuk mengendalikan kebisingan yang terjadi di dalam suatu ruangan. Kebisingan yang dimaksudkan yaitu suara dari luar masuk ke dalam atau sebaliknya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Acourete memiliki beberapa produk yang telah digunakan oleh beberapa hall yang ada di Indonesia.

 

Baca juga:

 

Portfolio


 

Galery


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk Layanan Pelanggan, Silakan Isi Form Berikut atau Hubungi Kami di:










Katalog-Produk-Acourete-1

Acourete

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Studio Musik

Berdasarkan jenisnya Studio Musik terdiri dari:

1. Studio Musik Rumah

2. Studio Musik

  • Control Room
  • Isolation Booth

Dalam mendesign dan membangun studio music dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Menggunakan jasa professional designer atau contractor
2. Mengerjakan sendiri

Element Akustik dalam pekerjaan Studio Musik adalah:

1. Acoustic Sound Insulation
2. Acoustics Sound Treatment

Ada dua macam Acoustics Sound Treatment :

 

Portfolio


  •  Professional Studio, MD Music Entertainment - Jakarta

 

Design Gallery


 

Untuk Layanan Pelanggan, Silakan Isi Form Berikut atau Hubungi Kami di:










Katalog-Produk-Acourete-1

Home Theater

Istilah Home Theater mengacu pada seperangkat barang elektronik pengolah audio dan penampil video yang bertujuan menghadirkan hiburan di dalam rumah yang mendekati nuansa hiburan di bioskop. Dengan kata lain home theater berarti bioskop dalam rumah. Dalam membangun Home Theater diperlukan material akustik berkualitas agar tercipta kenyamanan dan keindahan ketika berada di ruangan tersebut.

Dalam mendesign dan membangun Home Theater dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Menggunakan jasa professional designer atau contractor
2. Mengerjakan sendiri

Element Akustik dalam pekerjaan Home Theater adalah:

1. Acoustic Sound Insulation
2. Acoustics Sound Treatment

Ada dua macam Acoustics Sound Treatment :

 

Portfolio


 

Design Gallery


 

 

Untuk layanan pelanggan, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :

Untuk Layanan Pelanggan, Silakan Isi Form Berikut atau Hubungi Kami di:










Katalog-Produk-Acourete-1