Market

Arsitektur Masjid dan Desain Akustik

 

 

Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Per tahun 2013, terdapat 731.096 buah masjid di Indonesia dan dari tahun ke tahun jumlah pertumbuhannya diperkirakan mencapai 20%. Dapat kita lihat bahwa semakin banyak Masjid dengan desain arsitektur yang semakin indah dan megah, namun apakah Masjid-masjid tersebut sudah memenuhi standar kenyamanan akustik (suara)?

Sejarah dan Desain Arsitektur Masjid di Indonesia

Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 dibawa oleh para pedagang Arab dari Timur Tengah. Masjid tertua di Indonesia adalah Masjid Soko Tunggal di Jawa Tengah (Gambar 1). Masjid ini didirikan oleh Kyai Mustolih pada tahun 1288. Arsitektur masjid ini memiliki satu kolom, yang melambangkan bahwa hanya ada satu tuhan yaitu Allah SWT.

 

desain-akustik-masjid

Gambar 1 Masjid Soko Tunggal di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. https://daerah.sindonews.com/read/1323727/29/menelisik-sejarah-masjid-saka-tunggal-di-kebumen-1532126482

 

Tahun 1970, presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno mendirikan Masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid ini menjadi Masjid terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara (Gambar 2).

 

desain-akustik-masjid-1

Gambar 2 Masjid Istiqlal Jakarta. https://www.dream.co.id/news/masjid-istiqlal-milad-perayaan-istiqlal-digelar-saat-ramadan-180222d.html

 

Dari sekian banyak Masjid yang dibangun di Indonesia, dapat kita lihat gaya arsitektur yang berbeda-beda. Gaya arsitektur Masjid di Indonesia ini ternyata dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu arsitektur bangunan tradisional yang dianggap sakral, arsitektur Timur Tengah, serta arsitektur gaya baru atau modern. Namun pada dasarnya, gaya arsitektur Masjid adalah gaya arsitektur yang merefleksikan ajaran Islam itu sendiri.

Peranan Akustik Dalam Menunjang Kualitas Beribadah

Arsitektural Akustik

Terdapat tiga kegiatan di dalam ibadah umat Islam antara lain: ibadah sholat, khutbah atau ceramah, dan pembacaan ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an. Agar pesan ibadah dapat tersampaikan dengan baik, maka diperlukan perancangan arsitektural akustik yang memadai. (Syamsiyah, Utami, & Dharoko, 2014)

Kegiatan ibadah ini dapat dikelompokkan ke dalam kegiatan wicara (speech) dan musik (music). Penyampaian ceramah dan khotbah termasuk dalam kelompok wicara sedangkan ibadah sholat dan membacakan ayat Al-Qur’an dengan irama tertentu dapat dikelompokkan ke dalam musik. Kedua hal ini membutuhkan kondisi waktu dengung yang berbeda yaitu untuk wicara membutuhkan waktu dengung yang rendah dan untuk musik membutuhkan waktu dengung yang tinggi.

Selain itu terdapat cacat akustik di dalam ruangan, antara lain pemfokusan suara akibat terdapat kubah dan gema yang rentan terjadi di dalam ruangan berbentuk persegi atau persegi panjang. Cacat akustik ini juga akan dibahas lebih dalam pada bagian berikutnya.

Waktu dengung yang optimal dan hubungannya dengan kejelasan artikulasi suara akan dibahas pada bagian berikutnya. Cara menanggulangi waktu dengung yang berlebihan, echo akibat geometris arsitektur kubah akan diceritakan pada bagian berikutnya.

Pengendalian Kebisingan

Selain perancangan waktu dengung yang tidak tepat, kegiatan ibadah di dalam Masjid juga dapat terganggu jika ada bising yang berlebih. Sumber bising dapat dibagi menjadi dua, yaitu dari luar Masjid contohnya bising jalan raya dan dari dalam Masjid contohnya bising air conditioner (AC).

Agar kegiatan ibadah tidak terganggu oleh kebisingan diperlukan strategi pengendalian kebisingan.  Mengenai cara menanggulangi kebisingan dan standar kebisingan untuk Masjid akan dibahas pada bagian berikutnya.

Desain Arsitektural dan Kejelasan Suara – Arsitektural Akustik

Bagaimana desain arsitektural pada Masjid? Pada umumnya Masjid memiliki desain arsitektural ruangan yang berbentuk persegi atau persegi panjang, memiliki kubah di bagian langit-langit, serta banyak menggunakan material yang bersifat keras memantulkan suara.

Volume ruang yang besar dan material permukaan yang keras biasanya menyebabkan waktu dengung ruangan yang tinggi. Waktu dengung erat kaitannya dengan tingkat kejelasan artikulasi. Semakin tinggi waktu dengung, maka kejelasan artikulasi semakin berkurang. Karena kejelasan artikulasi penting dalam menyampaikan ceramah dan khotbah, maka waktu dengung yang direkomendasikan untuk Masjid adalah antara 1,4 - 2,7 detik, bergantung pula pada volumenya (Gambar 3).

 

desain-akustik-masjid-2

Gambar 3 Rentang rekomendasi waktu dengung Masjid. (Massikki, 2011) 

 

Desain arsitektural Masjid pada umumnya berbentuk persegi atau persegi panjang. Jika permukaan dinding atau langit-langit bersifat keras, maka Masjid tersebut rentan terhadap cacat akustik berupa gema pantulan bolak-balik (flutter echo, Gambar 4). Flutter echo berbahaya karena dapat mengganggu konsentrasi imam atau khatib. Suara imam dan khatib dipantulkan dinding belakang dan didengar kembali sebagai gema. Jama’ah yang duduk dekat dinding pun rentan terhadap gema ini yang dipantulkan dinding di posisi seberangnya karena jaraknya cukup jauh.

 

desain-akustik-masjid-3

Gambar 4 Ilustrasi flutter echo. https://www.russandrews.com/understanding-your-room-6-reflections-and-flutter-echoes/

 

Secara umum flutter echo dapat ditanggulangi dengan perancangan arsitektural ruangan yang menghindari bentuk persegi atau persegi panjang, namun mengingat gaya arsitektural Masjid cenderung berbentuk persegi atau persegi panjang, maka perlu dipikirkan solusi alternatif. Salah satu solusinya adalah dengan perancangan arsitektural akustik pada dinding dan langit-langit menggunakan material akustik yang menyerap suara. Jika tetap diinginkan permukaan dinding yang bersifat keras, maka dapat menggunakan pilihan material akustik penyebar suara (diffuser).

 

desain-akustik-masjid-4

Gambar 5 Pemfokusan suara akibat kubah. (Shatha, Ibrahim, & Hassan, 2014).

 

Selain itu, kubah di bagian langit seringkali menimbulkan cacat akustik berupa pemfokusan suara (Gambar 5). Ketika posisi fokus suara tepat di telinga jamaah, maka hal ini sangat mengganggu karena menyebabkan tingkat kekerasan suara yang tidak merata (Gambar 6). Dampaknya adalah beberapa jama’ah terganggu dengan suara ceramah dan khotbah yang terlalu keras, namun jama’ah yang lainnya tidak dapat mendegar suara ceramah dan khotbah karena terlalu kecil. Untuk mengatasi masalah ini, perancangan ketinggian kubah dan material permukaan kubah perlu diperhatikan.

 

desain-akustik-masjid-5

Gambar 6 Contoh distribusi tingkat kekerasan suara yang tidak merata. http://ease.afmg.eu/index.php/standard-mapping-with-reflections.html

 

Beberapa material akustik yang dapat digunakan untuk menunjang arsitektural akustik Masjid antara lain: Acourete Board 230, Acourete Perfowood, Acourete Slatwood, Acourete Diathonite Acoustix, dan Acourete EchoBaffle.

Desain Arsitektural dan Kebisingan – Pengendalian Kebisingan

Di dalam sebuah ruangan, selain suara atau bunyi yang ingin kita dengar, terdapat pula suara atau bunyi lain yang tidak kita inginkan namun terdengar dan mengganggu. Dalam ilmu akustik bunyi tersebut dinamakan bising latar belakang (background noise). Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bising latar belakang ini bisa berasal dari dalam maupun luar ruangan. Bising latar belakang akan mengganggu kegiatan ibadah karena dapat menyebabkan suara imam atau khatib menjadi sulit didengar.

Setiap fungsi ruang memiliki nilai atau standar tingkat kebisingan yang berbeda-beda. Disepakati oleh ahli fisika bangunan di seluruh dunia, salah satu standar yang ditetapkan dikenal sebagai Noise Criteria (NC). Semakin rendah nilai NC, maka kebisingan semakin tidak dapat ditoleransi, contohnya ruangan dengan rekomendasi NC 50 lebih dapat mentoleransi kebisingan dibanding dengan ruangan dengan rekomendasi NC 30. Nilai yang direkomendasikan untuk Masjid adalah pada rentang NC 30-35. Nilai ini cukup rendah mengingat pentingnya penyampaian ibadah kepada jama’ah.

Solusi permasalahan untuk bising latar belakang adalah dengan meningkatkan insulasi ruangan. Ruangan dengan insulasi yang baik memiliki dinding, langit-langit, dan lantai yang bersifat kedap atau menahan suara agar tidak tembus. Dalam ilmu akustik, kemampuan menahan suara digambarkan sebagai Sound Transmission Class (STC). Nilai STC suatu material yang semakin tinggi memberikan gambaran bahwa material tersebut semakin bagus sebagai material kedap suara. Namun keseluruhan nilai STC dinding, langit-langit, dan lantai harus tinggi untuk menghasilkan ruangan yang kedap suara. Contohnya jika dinding ruangan memiliki nilai STC 50 namun langit-langit dan lantai hanya memiliki nilai STC 30, maka kebocoran suara dominan akan terjadi melalui langit-langit dan lantai.

Sedangkan material akustik yang digunakan untuk meningkatkan insulasi suara antara lain: Mat Resin 2A dan Acourete Fiber.

Portfolio

Masjid Ar Rayyan Kementerian BUMN Jakarta menggunakan Acourete Board 230 dan Acourete Perfowood di bagian kubah.

 

desain-akustik-masjid-6

References

Massikki, M. N. (2011). DESAIN AKUSTIK RUANG SHOLAT MASJID AGUNG DARUSSALAM PALU.

Shatha, A., Ibrahim, S., & Hassan, S. A. (2014). Acoustical Environment of the Al-Rabat Concert Hall in Baghdad.

Syamsiyah, N. R., Utami, S. S., & Dharoko, A. (2014). KUALITAS AKUSTIK RUANG PADA MASJID BERKARAKTER OPENING WALL DESIGN (STUDI KASUS: MASJID AL QOMAR PURWOSARI SURAKARTA). Simposium Nasional RAPI XIII - 2014 FT UMS.

Permasalahan dan Solusi Akustik pada Rumah Ibadah

 

 

Rumah ibadah merupakan suatu tempat yang digunakan oleh sekelompok umat beragama untuk melakukan ibadah sesuai kepercayaan yang di anut. Indonesia merupakan negara multicultural dengan masyarakat majemuk yang menganut beragam agama dan kepercayaan, sehingga membuat Indonesia memiliki ribuan rumah ibadah dengan beragam arsitektur dan ukuran.

Bagaimana dengan desain arsitektural akustik pada rumah ibadah tersebut?

Rumah ibadah dengan desain arsitektural yang bagus perlu diimbangi dengan desain arsitektural akustik yang bagus. Banyak sekali kejadian dimana banyak keluhan akustik yang dilontarkan oleh umat setelah rumah ibadah selesai dibangun. Keluhan akustik pada rumah ibadah yang sering dilontarkan oleh umat adalah gema, gaung ataupun gangguan kebisingan yang terdengar di dalam rumah ibadah saat ibadah berlangsung.  

Untuk mengatasi masalah tersebut kita perlu mengetahui apa saja yang menyebabkan hal tersebut dan bagaimana mengatasi hal tersebut.

 

Penyebab Gema dan Gaung, Perhitungan dan Solusi

Energi suara dirambatkan melalui medium udara, saat menumbuk sebuah permukaan material sebagian energy suara tersebut akan dipantulkan, sebagian akan diserap dan sebagian akan diteruskan. Karena suara menyebar ke segala arah, maka suara di dalam sebuah ruangan yang berbentuk kotak akan menumbuk enam bidang permukaan dan dipantulkan terus menerus sampai energy suara tersebut tidak terdengar lagi.

Wallace C. Sabine(1868 - 1919) menemukan teori tentang Reverberation Time (waktu dengung) dengan definisi: waktu yang diperlukan oleh sebuah tekanan suara turun sebesar seperseribu atau 10−3. Contohnya apabila ada suara sebesar 90 dB (1,000,000,000 Pa) turun seperseribu menjadi 60 dB (1,000,000 Pa) dalam 1,2 detik artinya RT30 ruangan tersebut adalah 1,2 detik.

 

 

Panjang pendeknya waktu dipengaruhi oleh volume ruangan dan jenis material permukaan ruangan. Semakin besar volume ruang maka waktu dengung yang dibutuhkan juga akan semakin panjang. Material dengan permukaan yang keras dan licin cenderung memantulkan suara lebih banyak dibandingkan material dengan permukaan yang lunak dan berpori. 

 

Noise Criteria (NC)

Setiap ruangan pasti terdapat suara atau bunyi yang terdengar selain dari sumber suara  atau bunyi yang tidak diinginkan. Dalam ilmu akustik bunyi tersebut dinamakan bising latar belakang. Jika di dalam suatu ruangan tertutup seperti Hall room bising latar belakang biasanya berasal dari peralatan mekanikal atau elektrikal seperti pendingin ruangan (air conditioning), kipas angin dan lain sebagainya. Bukan hanya dari dalam ruangan bising latar belakang juga bisa berasal dari luar ruangan seperti suara dari lalu lintas jalan raya. Bising latar belakang tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, tetapi hal tersebut dapat dikurangi atau diturunkan dengan cara beberapa perlakuan akustik.

Berikut adalah kurva bising latar belakang atau Noise Criteria, kurva tersebut digunakan untuk menentukan berapa besar bising atau noise di dalam suatu ruangan.

 

desain-akustik-rumah-ibadah

 

 

Setiap fungsi ruang memiliki nilai atau standar NC yang berbeda-beda. Table berikut  adalah standard Noise Criteria yang sudah di sepakati oleh ahli fisika bangunan di seluruh dunia.

 

desain-akustik-rumah-ibadah-1

 Sumber: https://www.engineeringtoolbox.com/nc-noise-criterion-d_725.html

 

Dalam ilmu akustik ada dua treatment yaitu acoustics control dan noise control, dimana kedua treatment ini sangat diperlukan dalam membangun suatu ruangan. Sebagai ruang Hall tentunya akan sangat terganggu jika suara dari luar masuk kedalam ruangan karena akan mengganggu kegiatan didalamnya ataupun sebaliknya.

Pengertian dari acoustics control sendiri merupakan perlakuan yang bertujuan untuk mengendalikan suara yang mengganggu seperti gema atau gaung. Atau lebih tepatnya acoustics control bertujuan untuk meningkatkan kualitas akustik di dalam ruangan dan juga berfungsi untuk memperbaiki cacat akustik. Sedangkan noise control bertujuan untuk mengendalikan kebisingan yang terjadi di dalam suatu ruangan. Kebisingan yang dimaksudkan yaitu suara dari luar masuk kedalam atau sebaliknya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Acourete memiliki beberapa produk yang telah digunakan oleh beberapa rumah ibadah yang ada di Indonesia.

 

Speech Transmission Index (STI)

Speech Transmission Index merupakan tingkat kejelasan percakapan pada suatu ruangan. Nilai dari parameter ini berkisar antara 0-1. Nilai dari STI menunjukkan seberapa banyak kata yang dapat dipahami oleh pendengar pada ruangan uji. Misalnya, jika speech transmission index dari suatu ruangan adalah 0.5, maka rata-rata, hanya setengah dari kata si pembicara yang dapat terdengar dengan jelas oleh si pendengar. Nilai dari STI ini dipengaruhi oleh banyak hal, seperti posisi pendengar, dimensi ruangan serta parameter akustik dari ruangan itu sendiri, background noise, kualitas suara si pembicara, dan kondisi pendengar. Kejelasan percakapan biasanya dapat diprediksi dari nilai waktu dengung dan signal-to-noise ratio.

 

desain-akustik-rumah-ibadah-2

 

Sebagai rumah ibadah memiliki nilai STI tinggi adalah hal yang harus terpenuhi, sehingga ketika mendengarkan ceramah atau khotbah dapat diterima secara jelas. Selain itu akan membuat kegiatan beribadah lebih khitmad dan nyaman. 

 

Jika ada permasalahan akustik rumah ibadah, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :










Acourete

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Acourete Akustik pada Concert Hall, Performance Hall, Ballroom, Multi-Function Room dan lain–lain

 

Hall merupakan suatu ruang multifungsi yang cukup luas dan dan biasanya mampu menampung lebih dari 100 orang. Pertunjukan teater maupun musik juga sering menggunakan auditorium hall karena mempunyai kapasitas yang besar. Bukan hanya pertunjukan teater atau music saja tetapi kegiatan lainnya seperti seminar, kuliah tamu bahkan sebagai tempat gala dinner. Ada beberapa tipe hall menurut fungsinya yaitu concert hall yang lebih sering digunakan untuk pertunjukan musik. Performance hall hampir sama dengan concert hall yang digunakan untuk pertunjukan musik, pertunjukan teater dan pagelaran seni. Sedangkan  ballroom, multi-function room dan exhibition hall lebih sering digunakan untuk pameran perdagangan yang besar dan pusat pameran.

Suatu auditorium dapat dikatakan bagus jika ruang tersebut digunakan sebagai pertunjukan teater maka harus dapat memberi kepuasan kepada setiap penonton dari berbagai sudut ruang. Mengapa? Karena penonton tersebar diseluruh sudut ruang dan dapat mendengar dengan jelas artikulasi percakapan pemain, sehingga nuansa dramatis yang ditampilkan. Namun jika pertunjukan musik yang terpenting adalah penonton harus dapat mendengar dan menikmati musik tersebut dengan baik dari berbagai sudut ruang. Untuk memenuhi kriteria tersebut sebelum membangun hall room diperlukan desain yang cukup matang dalam segi akustik dan estetika.

Bagaimana cara mengukur hall room dalam segi akustik? Ada dua syarat parameter akustik dasar yang harus terpenuhi ketika membangun hall room sesuai fungsinya yaitu reverberation time dan noise criteria.

Reverberation Time (RT)

Reverberation time atau waktu dengung merupakan parameter akustik paling dasar dan paling penting untuk mengatur fungsi ruang yang dibangun. Setiap rungsi ruang memiliki standard waktu dengung yang berbeda-beda. Standard waktu dengung pada concert hall akan berbeda dengan studio rekaman. Standard waktu dengung pada studio rekaman yaitu di bawah 0.5 detik agar dapat mendengar bunyi atau suara asli tanpa terganggu atau tercampur dengan bunyi pantulan. Sedangkan concert hall memiliki standard waktu dengung yang lebih panjang yaitu 1.5 detik agar bunyi musik lebih terkesan hidup dan lebih enak untuk didengarkan.

Waktu dengung juga dipengaruhi oleh volume ruang, semakin besar volume ruang maka waktu dengung yang dibutuhkan juga akan semakin panjang. Grafik berikut ini akan menjelaskan bagaimana pengaruh volume ruang terhadap waktu dengung.

 

Akustik Auditorium Hall

 

Related Artikel:

 

Noise Criteria (NC)

Setiap ruangan pasti terdapat suara atau bunyi yang terdengar selain dari sumber suara  atau bunyi yang tidak diinginkan. Dalam ilmu akustik bunyi tersebut dinamakan bising latar belakang. Jika di dalam suatu ruangan tertutup seperti Hall room bising latar belakang biasanya berasal dari peralatan mekanikal atau elektrikal seperti pendingin ruangan (air conditioning), kipas angina dan lain sebagainya. Bukan hanya dari dalam ruangan bising latar belakang juga bisa berasal dari luar ruangan seperti suara dari lalu lintas jalan raya. Bising latar belakang tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, tetapi hal tersebut darpat dikurangi atau diturunkan dengan cara beberapa perlakuan akustik.

Berikut adalah kurva bising latar belakang atau Noise Criteria, kurva tersebut digunakan untuk menentukan berapa besar bising atau noise didalam suatu ruangan.

nc-noise-criteria-diagram

 

Setiap fungsi ruang memiliki nilai atau standar NC yang berbeda-beda. Table berikut adalah standard Noise Criteria yang sudah di sepakati oleh ahli fisika bangunan di seluruh dunia.

  

NC

 

Dalam ilmu akustik ada dua treatment yaitu acoustics control dan noise control, dimana kedua treatment ini sangat diperlukan dalam membangun suatu ruangan. Sebagai ruang Hall tentunya akan sangat terganggu jika suara dari luar masuk kedalam ruangan karena akan mengganggu kegiatan didalamnya ataupun sebaliknya.

Pengertian dari acoustics control sendiri merupakan perlakuan yang bertujuan untuk mengendalikan suara yang mengganggu seperti gema atau gaung. Atau lebih tepatnya acoustics control bertujuan untuk meningkatkan kualitas akustik di dalam ruangan dan juga berfungsi untuk memperbaiki cacat akustik. Sedangkan noise control bertujuan untuk mengendalikan kebisingan yang terjadi di dalam suatu ruangan. Kebisingan yang dimaksudkan yaitu suara dari luar masuk ke dalam atau sebaliknya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Acourete memiliki beberapa produk yang telah digunakan oleh beberapa hall yang ada di Indonesia.

 

Baca juga:

 

Portfolio


 

Galery


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk Layanan Pelanggan, Silakan Isi Form Berikut atau Hubungi Kami di:










Katalog-Produk-Acourete-1

Acourete

Jl. Hayam Wuruk no 2R-S
Jakarta Pusat, 10120
Telp : 021 351 3 351
Fax: 021 345 8 143

Studio Musik

Berdasarkan jenisnya Studio Musik terdiri dari:

1. Studio Musik Rumah

2. Studio Musik

  • Control Room
  • Isolation Booth

Dalam mendesign dan membangun studio music dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Menggunakan jasa professional designer atau contractor
2. Mengerjakan sendiri

Element Akustik dalam pekerjaan Studio Musik adalah:

1. Acoustic Sound Insulation
2. Acoustics Sound Treatment

Ada dua macam Acoustics Sound Treatment :

 

Portfolio


  •  Professional Studio, MD Music Entertainment - Jakarta

 

Design Gallery


 

Untuk Layanan Pelanggan, Silakan Isi Form Berikut atau Hubungi Kami di:










Katalog-Produk-Acourete-1

Home Theater

Istilah Home Theater mengacu pada seperangkat barang elektronik pengolah audio dan penampil video yang bertujuan menghadirkan hiburan di dalam rumah yang mendekati nuansa hiburan di bioskop. Dengan kata lain home theater berarti bioskop dalam rumah. Dalam membangun Home Theater diperlukan material akustik berkualitas agar tercipta kenyamanan dan keindahan ketika berada di ruangan tersebut.

Dalam mendesign dan membangun Home Theater dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Menggunakan jasa professional designer atau contractor
2. Mengerjakan sendiri

Element Akustik dalam pekerjaan Home Theater adalah:

1. Acoustic Sound Insulation
2. Acoustics Sound Treatment

Ada dua macam Acoustics Sound Treatment :

 

Portfolio


 

Design Gallery


 

 

Untuk layanan pelanggan, silakan isi form berikut atau hubungi kami di :

Untuk Layanan Pelanggan, Silakan Isi Form Berikut atau Hubungi Kami di:










Katalog-Produk-Acourete-1

12121

Created: Friday, 11 January 2019 06:21

dsgfvdhgjhlk/h;kl

 

Contact Us

 

 

Jl. Hayam Wuruk No.2 R - S
Jakarta Pusat 10120 - Indonesia
Dito : 0877 8669 1555Icha : 0811 9620 555Tel: +(62) 21 3513351 Fax:+(62) 21 3458143

Call from Monday to Friday from 08:30 to 12:00 and from 13:00 to 17:30